Desember 12, 2015

Sejarah Jambi Independent


PERTAMA KALI beredar pada 26 April 1986, penerbitan koran ini dirintis oleh H. Syamsul Watir, Hj. Miarny S. Watir, Hj. Sri Nurbani Retno Watir, Sh. Sakti Alam Watir, dan Agus Dahlan dengan bekal SIUPP No. 169/SK/Menpen/SIUPP/A.

Pada awalnya suratkabar ini bernama Independent saja. Sebagai koran lokal yang baru terbit, Independent dicetak secara manual, menggunakan mesin stensil. Waktu terbitnya pun tidak menentu, kadang sekali seminggu, kadang sekali sebulan.

Empat tahun kemudian, perusahaan keluarga ini berupaya melebarkan sayap dengan melakukan kerja sama dengan PT. Kamener Jaya Ltd., yang bergerak di bidang percetakan. Independent berpindah kantor ke Jalan Kapten Pattimura KM 8 No. 35 Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi setelah sebelumnya menempati kantor di Jalan Palapa (Sekarang KH. Samanhudi) Perumahan Wartawan No. 37 RT 02 Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi.

Setelah kerja sama itu barulah Independent bisa terbit setiap hari secara kontinu. Independent juga pernah bekerja sama dengan PT Riau Pos Mandiri selama satu tahun, sejak 1993, dan kantornya pindah ke Jalan Slamet Riyadi, Kota Jambi. Namun, satu tahun setelahnya, tahun 1994 hingga 1995, Independent hilang dari peredaran.

Independent kembali muncul setelah bergabung dengan Jawa Pos News Network (JPNN) pada 1 Juni 1995. Berkantor kembali di Jalan Pattimura No. 8, Independent terbit rutin setiap hari. Pada tahun 1996 nama “Independent” pun berganti menjadi “Jambi Independent”. Penambahan nama “Jambi” untuk menunjukkan lokalitasnya sekaligus menghilangkan kesan sebagai majalah luar negeri, karena nama “independent” memberi kesan kebarat-baratan. Pada tahun 2004 Jambi Independent pindah kantor lagi ke Jalan Jenderal Sudirman No. 100 Thehok Jambi.

Di pengujung tahun 2005 Jambi Independent memiliki anak perusahaan yakni Radar Sarko, yang berkantor di Kabupaten Merangin. Radar Sarko hadir untuk memenuhi kebutuhan pembaca, khususnya di Kabupaten Merangin, Sarolangun, dan Kerinci. Sukses mengelola Radar Sarko, setahun kemudian menyusul Radar Bute yang berkantor di Kabupaten Bungo. Radar Bute hadir di Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo, dengan fokus berita yang lebih lokal.

Dalam perjalanannya Jambi Independent mengalami beberapa kali pergantian pemimpin redaksi. Setelah Agus Dahlan meninggal dunia, jabatannya dipegang sementara H. Suparno Wonokromo, lalu Sakti Alam Watir, dan Drs. Ali Fauzi.

Jambi Independent mencoba hadir dengan beragam rubrikasi. Dari anak-anak, dewasa, orangtua, dan dari pelbagai profesi ditarik dengan aneka warna rubrik, dengan jumlah halaman sebanyak 40 halaman setiap harinya, termasuk Minggu. Kecuali hari Minggu, Jambi Independent secara rutin menyajikan suplemen olahraga GOOL setebal 16 halaman. Suplemen ini baru terbit pada 2007. Sedangkan khusus pada hari Minggu, Jambi Independent menyajikan suplemen "Bianglala" yang diperuntukkan bagi pembaca remaja.

Berita nasional dan berita terhangat di Provinsi Jambi ditempatkan di halaman utama. Rubrik “Politika” berisi berita seputar politik di Provinsi Jambi, “Metro Jambi” tentang berita kota dan gaya hidup di Kota Jambi, “Target” tempatnya berita kriminal, “Publik Interaktif” menampung keluh kesah pembaca atau instansi yang bersangkutan, “Sehat dan Bugar” merangkum berita kesehatan, “Inforial Bisnis” informasi pelbagai produk, “Metro Bisnis” mencakup berita tentang fenomena bisnis, “Society” adalah etalase khusus berita foto, “KomunitaS Jambi” seputar berita etnis Tionghoa, sedangkan “Jambi Wilayah Timur” dan “Jambi Wilayah Barat” adalah ruang berita daerah.

Saat pertama kali terbit, oplah Jambi Independent sekitar 1500 hingga 2000 eksemplar. Kemudian, oplahnya mencapai 55.000 dengan pangsa pasar terbesar di Kota Jambi. Beberapa tahun lalu, saat Presiden Gus Dur menjadi pemimpin negara, oplah Jambi Independent mencapai 75.000-an.

Pelbagai kebijakan Gus Dur yang nyeleneh ternyata menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Jambi. Hadirnya pesaing, Jambi Ekspres, diakui tidak berpengaruh terhadap jumlah oplah Jambi Independent. Sebagai anak JPNN, keduanya terus beriring dalam melayani kebutuhan informasi masyarakat Jambi. (Tim EPI/KG. Sumber: Rhoma Dwi Aria Yuliantri/Indonesia Buku/Jurnas)

____________

Diambil utuh dari Ensiklopedi Pers Indonesia (EPI) yang tersedia di website Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

1 komentar: