Januari 31, 2026

Naskah-naskah Kesultanan Jambi Dār al-Ma‘mūr

 

KAJIAN TENTANG sejarah awal Jambi, terutama sejak periode kesultanan pada abad ke-17, masih sedikit. Beberapa kajian abad ke-18 dan ke-19 lebih tergantung pada catatan Eropa dan arsip kolonial Belanda. Padahal, sumber-sumber lokal, meskipun tidak berlimpah, juga ada. Selama ini yang sering digunakan adalah surat yang merupakan media komunikasi antara sultan dan terutama pihak internal seperti kepala kampung atau dusun serta piagam yang berisi batas tanah dan yang menguasainya.

Selain surat atau piagam, naskah sejarah kesultanan yang lebih lengkap dan orisinal adalah Hikayat Negeri Jambi (HNJ), Undang-undang Piagam Pecacahan Jambi (UPPJ), dan Ini Sajarah Kerajaan Jambi (ISKJ). Ketiga naskah itu nyaris terabaikan dalam penulisan sejarah Jambi.

Buku karya Ali Muzakir, Naskah-naskah Kesultanan Jambi Dār al-Ma‘mūr (Jambi: Sutha Press, 2025), merupakan alih aksara atas ketiga naskah tersebut. Alih aksara adalah penggantian huruf-huruf naskah yang beraksara Arab ke aksara Latin, tanpa mengubah bahasa Melayu-nya. Alih aksara ini bertujuan untuk memperkenalkan naskah-naskah sejarah lokal Jambi secara lebih luas kepada akademisi maupun masyarakat umum.

_______

Ali Muzakir, Naskah-naskah Kesultanan Jambi Dār al-Ma‘mūr (Jambi: Sutha Press, 2025).

0 komentar: